Konawe, Ntrinews.com – Sebanyak 648.376 orang tercatat sebagai penerima manfaat dari program makan bergizi gratis atau MBG di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Para penerima manfaat terdiri dari peserta didik siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah menengah Atas (SMA) sebanyak 533.353 orang,
Dan dari Non peserta didik sebanyak 115.033 penerima manfaat meliputi Ibu hamil, Ibu menyusui dan balita dibawah usia lima tahun.
Kepala Regional BGN Sultra Maharanny Puspaningrum, menyampaikan 648.376 penerima manfaat tersebut dilayani oleh 237 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang tersebar di Sulawesi Tenggara.
“Update SPPG Sultra saat ini ada 237 , target kita 324 sppg, tapi insyaAllah akan bertambah lagi, karena sekarang cakupan penerima manfaatnya sudah ada guru dan tenaga kependidikan yang jumlahnya sangat banyak” Kata Maharanny saat menghadiri acara Sosialisasi Edukasi Gizi di Kabupaten Konawe. Kamis (12/2/2026)
Lebih lanjut, Maharanny mengatakan Badan Gizi Nasional atau BGN Provinsi Sulawesi Tenggara, bakal maksimalkan pelayanan makan bergizi gratis kepada non peserta didik.
Dikatakan, saran non peserta didik terkendala pada pendataan, sehingga belum dapat diterima secara menyeluruh.
Di kesempatan tersebut, Maharanny menganjurkan agar masyarakat dapat melaporkan untuk pendataan melalui kader badan Kependudukan dan Keluarga Nasional atau BKKBN maupun Posyandu di tiap Desa/Kelurahan.
”Ibu hamil, menyusui dan memiliki anak dibawah lima tahun jemput bola, datang ke kader melaporkan dan nanti di data, datanya diserahkan ke SPPG dan akan diberikan pelayanan”
Maharanny juga mengatakan penerima manfaat Ibu hamil dan menyusui juga berlaku bagi Ibu Ibu ASN yang bekerja.
”Ibu Ibu yang bekerja atau ASN, tapi mau menerima MBG juga segera laporkan ke kader masing-masing, bisa Disepakati mau diantarkan kemana” jelasnya menambahkan
Lebih lanjut, Kepala Regional BGN Sultra Maharanny Puspaningrum, mengungkap Sulawesi Tenggara, adalah salah satu provinsi di pulau Sulawesi yang cakupan pelayanan non peserta didik paling tinggi dibandingkan provinsi lain yang ada di Sulawesi.
”progres kita di Sulawesi Tenggara sangat baik, terbukti saat ini kita sudah melayani peserta didik sebanyak 533.353 orang, dan Non peserta didik 115.033 total 648.376 penerima manfaat” Terang Maharanny
“Penerima manfaat MBG bagi Non peserta didik sebanyak 115.033 di sultra ini terbanyak dari provinsi Sulawesi lainnya” ucapnya menambahkan
Di Kabupaten Konawe sendiri saat ini telah memiliki 26 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG, 3 SPPG dalam proses administrasi dan 3 SPPG di daerah terpencil pada Maret ditargetkan sudah bisa beroperasional.
Hal ini disampaikan oleh koordinator wilayah BGN Kabupaten Konawe, Nopri Al Ikmansyah, saat diwawancarai awak media.
Nopri menyebut saat ini total penerima manfaat MBG di Kabupaten Konawe sebanyak 79.672 orang.
Meskipun demikian dikatakan ada beberapa kecamatan yang belum ada SPPG beroperasi, antara lain Kecamatan Pondidaha, Lalonggasumeeto, Meluhu, Asinua, dan beberapa kecamatan lainnya.
”Alasannya belum beroperasi karena masih belum ada dana dan lokasi dapur, ada yang baru selesai pembangunan, Sisanya masih proses pembangunan,” kata Nopri Al Ikmansyah.
Diketahui, Sosialisasi Edukasi Gizi di Kabupaten Konawe, diikuti oleh SPPG, sekolah dasar, SMP hingga SMA se-Kabupaten Konawe dibuka resmi oleh Bupati Yusran Akbar. Kamis (12/2/2026)
Dalam sambutannya, Bupati Konawe Yusran Akbar sampaikan komitmen pemerintah bahwa Pemda mendukung program makan bergizi gratis ini.
”alam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Dan juga menggerakkan ekonomi masyarakat petani dan peternak.
“Bahan dasar makanan dari Program MBG ini seluruhnya adalah produk lokal daerah, dari beras, sayur mayur, buah buahan, ayam, ikan dan lain diambil dari petani dan peternak di Konawe” Kata Yusran
Dengan demikian Bupati Yusran berharap agar seluruh instansi terkait dan masyarakat untuk bahu membahu untuk bersinergi, suksesnya program MBG yang tak hanya mencerdaskan, menyehatkan generasi namun juga mampu membangun perekonomian daerah. (Adessa)
Tidak ada komentar