x

Dari Pesisir Soropia Konawe, Desa Bajo Indah kenalkan Tayong dan Tetehe Makanan Lokal Dari Bulu Babi

waktu baca 3 menit
Minggu, 9 Nov 2025 11:10 50 Team Redaksi

Konawe, NTRI NEWS.COM – Berada di wilayah pesisir Soropia, Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara, menyimpan keindahan alam yang memesona, menjadi tempat tumbuhnya berbagai jenis tanaman dan kehidupan biota laut yang beragam.

Sumber daya alam yang melimpah tersebut didukung potensi Masyarakat nelayan, mampu menghasilkan berbagai macam produk unggulan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah atau UMKM.

Antara lain, makanan olahan berbahan dasar bulu babi (Tayong dan Tetehe), Ikan kering, Produk turunan makanan laut berbasis gizi keluarga hingga penampungan dan distribusi hasil laut seperti lobster, gurita, dan ikan segar.

‎uniknya, Tayong dan Tetehe makanan yang terbuat dari bahan dasar bulu babi ini, merupakan hasil inovasi masyarakat Desa Bajo Indah yang telah melalui proses penelitian dari Poltekkes Kendari jurusan Gizi, telah Terbukti memiliki kandungan protein tinggi.

Produk unggulan UMKM tersebut di tampilkan dan diperkenalkan oleh Desa Bajo Indah dalam Expo Inovasi Desa Tahun 2025 yang digelar oleh pemerintah Kabupaten Konawe.

Kepala Desa Subahon mengatakan Desa Bajo Indah memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, baik itu dalam sektor kuliner, wisata dan ekonomi kreatif.

“kami komitmen terus mendorong Desa Bajo Indah menjadi desa mandiri dan inovatif, tentunya kami berharap dari Expo Inovasi Desa ini, terbangun kolaborasi antar pemerintah daerah dan Desa untuk membukan peluang ekonomi yamg lebih luas memajukan daerah” Kata Subahon dalam wawancara dengan ntrinews.com saat mengunjungi stand Desa Bajo Indah. Sabtu (8/11/2025) malam

Lebih lanjut, dalam pantauan awak media ke Stand Desa Bajo Indah, melihat antusiasme pengunjung yang didominasi anak remaja bermain dengan penyu ukuran raksasa.

Sambil berdiskusi, Subahon memberikan edukasi kepada pengunjung tentang habitat hewan penyu yang merupakan hewan dilindungi tersebut.

“ini penyu betina berusia kurang lebih 20 tahun, kami temukan di perairan bokori, namun dalam kondisi cacat kaki kanan digigit hiu, kami sengaja membawa ke stand untuk memberikan edukasi kepada Masyarakat khususnya anak sekokah, bahwa penyu Adalah hewan yang dilindungi” Kata Subahon

Kepala Desa Bajo Indah saat memberikan edukasi kepada pengunjung Stand Pameran Desa Kabupaten Konawe

Subahon menceritakan, meskipun termasuk hewan yang dilindungi, penyu masih sering ditangkap oleh orang yang tidak bertanggungjawab bahkan dagingnya kerap dijadikan santapan makanan.

“kami menyebutnya penyu Bokko, Salah satu penyu dari 7 jenis penyu yang bisa di konsumsi dagingnya, biasanya masyarakat memasang pukat pari, tapi penyu juga ikut tertangkap, ada yang langsung dilepas ke laut bebas, tapi ada juga yang nakal mengambil bahkan dikonsumsi” Ucapnya

Subahon mengungkap, ada sejumlah kasus warga dipenjara karena mengambil penyu. “disini penyu sering terdampar, atau yang ikut masuk ke pukat saat menangkap ikan, tapi pernah ada yang kedapatan ambil penyu itu sampai dipenjara” tutupnya.

Perlu diketahui, Expo Inovasi Desa Berlokasi di Kawasan STQ Kota Unaaha, sebanyak 291 Desa akan mengikuti kegiatan pameran sebagai ajang promosi dan aktualisasi kemajuan Pembangunan di Tingkat Desa, melalui stand pameran yang telah disiapkan.

Pameran Desa tersebut akan berlangsung selama lima hari, dibuka resmi oleh Bupati Konawe Yusran Akbar pada Rabu (5/11/2025) malam, sampai malam penutupan yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Senin (10/11/2025) mendatang.

STQ terletak di Kelurahan Tumpas Kecamatan Unaaha, berjarak 2,2 kilometer dari Kantor Bupati Kabupaten Konawe yang terletak di Kelurahan Puunaha Kecamatan Unaaha. (Adessa)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x