x

Mimpi Buruh Konawe Jadi Nyata: Wabup Syamsul Ibrahim Nyatakan UMK Mandiri Tinggal Selangkah Lagi!

waktu baca 4 menit
Rabu, 19 Nov 2025 08:37 110 Team Redaksi

“Besok kita audiensi langsung dengan Kadisnakertrans Sultra. Saya yang akan pimpin. Ini bukan hanya urusan angka—ini soal keadilan, harga diri, dan masa depan Konawe.”

Konawe, Ntrinews.com — Di balik hiruk-pikuk pabrik pengolahan biji nikel, sawah yang menghijau, dan kilang minyak sawit yang terus berdenyut, ada satu suara yang selama ini nyaris tak terdengar: suara buruh Konawe—yang selama tiga tahun terakhir “terpaksa” menerima upah minimum provinsi (UMP), meski daerahnya tumbuh pesat seperti roket.
Namun, Selasa (18/11/2025) kemarin, di ruang kerja Wakil Bupati Konawe yang sederhana namun penuh semangat, sesuatu yang monumental mulai terjadi.

Harapan lama—agar Konawe punya Upah Minimum Kabupaten (UMK) sendiri—kini bukan lagi sekadar mimpi. Tapi rencana yang siap dijemput.

Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim (kanan), memimpin rapat Dewan Pengupahan bersama serikat pekerja dan instansi terkait di ruang kerjanya, Selasa (18/11/2025).

Rapat krusial dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, bersama Dewan Pengupahan Kabupaten, serikat pekerja, BPS, Disnakertrans, dan perwakilan dunia usaha. Di meja, tersebar dokumen tebal berisi angka-angka yang telah dirumuskan selama bertahun-tahun—data inflasi, pertumbuhan ekonomi, produktivitas, daya beli, dan kemampuan pengusaha.

Yang mengejutkan? Konawe sebenarnya sudah punya angka UMK-nya sendiri: Rp3.140.877.
Lebih tinggi Rp67.366 dari UMP Sultra 2025 (Rp3.073.511)—selisih yang secara realitas wajib ada, sesuai amanat Peraturan Menteri Ketenagakerjaan.

Ilham Saputra (Kiling), Ketua KSPN Konawe, menunjukkan dokumen perhitungan UMK sementara sebesar Rp3.140.877—lebih tinggi dari UMP Sultra 2025 (Rp3.073.511). “Selisih Rp67.366 mungkin terlihat kecil, tapi bagi ribuan buruh, ini soal martabat dan masa depan.”

Namun, seperti diungkap Ilham Saputra (Kiling), Ketua KSPN Konawe, selama tiga tahun berturut-turut, rekomendasi UMK dari Dewan Pengupahan Konawe cenderung diabaikan oleh Pemerintah Provinsi.

“Kami sudah siap. Tapi selama ini, kami seperti berteriak di ruang kosong,” katanya, nada suara bergetar—bukan karena marah, tapi karena harapan yang kini mulai menyala kembali.

Wakil Bupati Konawe, H Syamsul Ibrahim

Lalu, hadir sosok yang mengubah arah angin: Wabup Syamsul Ibrahim.

Dengan tatapan tajam dan suara yang tenang namun penuh keyakinan, ia menyatakan:

“Besok kita audiensi langsung dengan Kadisnakertrans Sultra. Saya yang akan pimpin. Ini bukan hanya urusan angka—ini soal keadilan, harga diri, dan masa depan Konawe.”

Ia tak hanya memberi janji. Ia menyodorkan harapan terkuat: data.
Tahun 2024, ekonomi Konawe tumbuh 14,32 persen—tertinggi di Sulawesi Tenggara, dan masuk 7 besar nasional. Ini bukan kebetulan. Ini hasil kerja keras buruh, petani, nelayan, dan pengusaha lokal yang selama ini belum mendapat balasan layak.

“Bagaimana kita mau tingkatkan daya beli masyarakat, kalau kenaikan gaji saja tidak kita perjuangkan? Pertumbuhan 14 persen itu bukan angka—itu keringat ribuan pekerja. Mereka berhak merasakan buahnya,” tegas Syamsul, disambut tepuk tangan spontan dari para serikat pekerja.

Lebih dari itu, ia menyebut UMK bukan soal membebani pengusaha—tapi soal keseimbangan.

“Pengusaha juga untung. Ekonomi Konawe tumbuh, permintaan naik, produksi meningkat. Ini lingkaran baik—yang harus kita jaga bersama. Buruh sejahtera, usaha pun berkembang.”

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya?
Hari ini, Rabu (19/11/2025): Wabup Syamsul dan tim berangkat ke Kendari untuk audiensi dengan Kadisnakertrans Sultra.
Targetnya: Persetujuan prinsip UMK Konawe 2026 sebelum Desember 2025.
Jika disetujui, Konawe akan jadi kabupaten ketiga di Sultra yang resmi memiliki UMK berbasis kemampuan lokal—bukan hanya mengikuti standar provinsi.

Tiga tahun menunggu. Tiga tahun menghitung, merumuskan, dan memperjuangkan. Kini, dengan komitmen politik dari pucuk pimpinan daerah, mimpi UMK Konawe bukan lagi angan-angan—tapi langkah nyata yang tinggal dijemput.

Dan jika hari ini di Kendari Wabup Syamsul berhasil membuka pintu itu…
maka hari itu, 18 November 2025, akan dikenang sebagai hari ketika Konawe memilih berdiri di atas kakinya sendiri—dengan upah yang adil, martabat yang utuh, dan masa depan yang layak bagi setiap pekerja sesuia harapan Konawe Bersahaja. JM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x