Konawe Catat Inflasi Paling Stabil se-Sultra, Bupati Yusran Akbar Beberkan 4 Strategi Andalan

waktu baca 4 menit
Jumat, 3 Jul 2026 17:19 18 Team Redaksi

“Ini adalah buah dari komitmen kita bersama. Kami tidak hanya fokus pada angka di atas kertas, tetapi turun langsung memastikan harga di pasar benar-benar terjangkau dan stok pangan aman”

Konawe, NTRINEWS.COM — Kabupaten Konawe mencatatkan inflasi year-on-year (y-on-y) paling terkendali se-Sulawesi Tenggara pada penutupan semester I 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Konawe di Juni 2026 hanya 2,12%—jauh di bawah rata-rata provinsi yang mencapai 4,68%. Keberhasilan ini tak lepas dari empat strategi jitu yang dijalankan Bupati H. Yusran Akbar, ST, mulai dari subsidi transportasi hingga koordinasi lintas sektor.

Grafik tren inflasi Kabupaten Konawe periode Januari-Juni 2026 berdasarkan rilis BPS. Terlihat penurunan signifikan hingga menyentuh angka terkendali di 2,12% pada penutupan semester pertama.

Berdasarkan rilis BPS, inflasi y-on-y Konawe terus menunjukkan tren penurunan signifikan sepanjang enam bulan pertama 2026. Pada Januari, inflasi masih berada di angka 3,79%. Angka ini turun menjadi 3,57% di Februari, lalu merosot tajam ke 1,81% di Maret. Puncaknya, pada April 2026, Konawe berhasil mencatat inflasi paling stabil di angka 1,61%.

Meskipun sempat naik tipis ke 2,59% di Mei akibat dinamika pasar, inflasi kembali terkendali dengan baik pada Juni 2026 di angka 2,12%. Capaian ini menempatkan Konawe sebagai kabupaten/kota dengan inflasi terendah se-Sulawesi Tenggara—berbanding terbalik dengan Kota Baubau yang mencatat inflasi tertinggi 5,60%.

Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, ST, dalam wawancara dengan awak media di Unaaha, Jumat (3/7/2026), membeberkan empat strategi utama yang menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi di daerahnya.

“Ini adalah buah dari komitmen kita bersama. Kami tidak hanya fokus pada angka di atas kertas, tetapi turun langsung memastikan harga di pasar benar-benar terjangkau dan stok pangan aman. Empat pilar strategis ini kami jalankan secara konsisten dan terukur,” ujar Bupati Yusran Akbar.

Suasana Pasar Tradisional Kabupaten Konawe yang tetap stabil sepanjang semester I 2026. Stabilitas harga pangan menjadi bukti nyata keberhasilan kebijakan pengendalian inflasi Pemkab Konawe.

Adapun empat strategi jitu yang dimaksud adalah:

1. Jamin Ketersediaan Pangan dan Subsidi Transportasi

Pemkab Konawe memastikan siklus panen komoditas lokal berjalan tanpa hambatan, terutama dengan menjamin ketersediaan air irigasi. Untuk komoditas yang harus didatangkan dari luar daerah—seperti bawang merah dan bawang putih—pemerintah memberikan subsidi transportasi agar harga di tingkat konsumen tetap terjangkau.

2. Memutar Roda Ekonomi melalui UMKM dan Event

Pemerintah gencar menggelar berbagai event ekonomi kreatif dan festival yang tidak hanya menggerakkan sektor UMKM, tetapi juga mendatangkan pengunjung dari luar daerah. Dengan begitu, transaksi ekonomi di tingkat bawah terus berputar.

3. Koordinasi Intensif Lintas Sektor

Kolaborasi dibangun secara intensif bersama Bulog, Bank Indonesia (BI), para pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan ekonomi. Hal ini memastikan kebijakan yang diambil selalu responsif dan tepat sasaran terhadap dinamika pasar.

4. Komitmen Bersama Seluruh Elemen Daerah

Pilar terakhir adalah semangat kolektif. Seluruh jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga pedagang pasar dilibatkan untuk memiliki visi yang sama dalam membangun stabilitas ekonomi Konawe.

Strategi subsidi transportasi dan penjagaan pasokan panen yang digaungkan Bupati Yusran terbukti ampuh di lapangan. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, komoditas pangan bergejolak yang sangat bergantung pada pasokan luar, seperti bawang putih, bawang merah, daging ayam dan telur secara konsisten muncul sebagai komoditas yang memberikan andil utama sebagai bahan pangan pokok dari luar Kabupaten Konawe.

Alih-alih menjadi pemicu inflasi, komoditas-komoditas ini justru berhasil menekan laju kenaikan harga dari sektor lainnya.

Bupati H. Yusran Akbar juga menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada seluruh masyarakat Konawe.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, pedagang, Bulog, Bank Indonesia, dan Forkopimda yang telah bergandengan tangan. Kami bersyukur seluruh elemen bersatu padu. Ini modal besar bagi Konawe ke depan. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan menjaga stabilitas ini, karena ekonomi yang stabil adalah fondasi utama untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Dengan prestasi gemilang di paruh pertama 2026 ini, Kabupaten Konawe optimistis memasuki semester kedua dengan fondasi ekonomi yang kokoh. Stabilitas inflasi yang terjaga diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warga Bumi Anoa. JM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA