x

Badan Gizi Puji Langkah Cepat Bupati Yusran Bangun 33 Dapur Gratis, Tapi Masalah Kelangkaan Menghadang…

waktu baca 3 menit
Kamis, 20 Nov 2025 18:37 20 Team Redaksi

Langkah cepat Bupati Yusran bangun 33 Dapur Gratis untuk dukung program Prabowo dipuji Badan Gizi Nasional. Kini, tantangan baru muncul: kelangkaan bahan baku. Solusinya? Menggerakkan UMKM lokal dan membangun sentra peternakan ayam.

Konawe, Ntrinews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe di bawah komando Bupati H. Yusran Akbar dan Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim mencatatkan prestasi gemilang dalam mendukung program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto. Komitmen agresif mereka dalam mewujudkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui 33 Dapur Sentra Pemberdayaan Pangan dan Gizi (SPPG) bahkan mendapat apresiasi langsung dari Badan Gizi Nasional.

Nopri Al Ikmansyah SH (kiri), Korwil Badan Gizi Nasional Sultra saat menyerahkan Makan Bergizi Gratis kepada salah seorang ibu hamil yang merupakan salah satu sasaran penerima manfaat program MNG ini.

Nopri Al Ikmansyah SH, Korwil Kabupaten Konawe perwakilan Badan Gizi Nasional Sultra, secara khusus menyampaikan pujian atas kepemimpinan dan dukungan penuh Bupati Yusran Akbar.

“Alhamdulillah, sampai bulan Desember mendatang sudah terealisasi 50 persen dari target 33 dapur yang akan beroperasi,” ujar Nopri di Unaaha, Kamis (20/11/2025), dengan optimisme yang tinggi.

Data terbaru menunjukkan, hingga November 2025, telah 15 dapur SPPG yang beroperasi penuh, melayani 36.890 penerima manfaat yang terdiri dari peserta didik, ibu hamil, dan ibu menyusui di seluruh kecamatan. Satu dapur lagi sedang dalam proses penyelesaian kendala pendanaan. Dengan tempo percepatan yang ditetapkan, target 50% (16-17 dapur) pada akhir Desember 2025 dipastikan tercapai, dan seluruh 33 dapur akan tuntas beroperasi pada awal 2026.

Di balik kesuksesan tersebut, Nopri mengungkapkan sejumlah tantangan kritis yang mengancam keberlanjutan program. Kelangkaan sejumlah bahan baku, seperti susu full cream dan roti, menjadi kendala utama untuk penyajian menu hari Sabtu.

“Sekarang kita sudah beroperasi dari hari Senin sampai hari Sabtu, sehingga kebutuhan buah dan makanan ringan masih langka,” ujarnya.

Lebih dari itu, Nopri menyoroti ancaman krisis yang lebih serius. Ia mendesak Bupati Yusran Akbar untuk segera mengambil langkah strategis membangun sentra industri peternakan ayam potong dan ayam petelur.

“Kedepannya, dua komoditas ini, daging ayam dan telur akan semakin langka. Karena, suplai dari Sulawesi Selatan sudah dibatasi ke Sulawesi Tenggara untuk memenuhi kebutuhan Dapur SPPG di wilayahnya,” pungkas Nopri, mengungkapkan urgensi kemandirian pangan daerah.

Solusi jangka pendek yang ditawarkan adalah dengan menggerakkan UMKM lokal untuk memproduksi roti dan mengoptimalkan sentra buah lokal di Padangguni (semangka & melon) dan Uepai (jeruk).

Konawe Bersahaja: Kolaborasi Desa Kunci Sukses Program Nasional

Sebelumnya, dalam Expo Inovasi Desa 2025 yang dihadiri 291 Kepala Desa, Bupati Yusran Akbar menegaskan komitmennya.

“Program ini adalah komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto. Konawe ingin menjadi salah satu daerah terdepan dalam realisasi program strategis nasional,” tegas Bupati Yusran.

Visi “Konawe Bersahaja” diwujudkan dengan kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan desa, menjadikan program ini tidak hanya sebagai program makan, tetapi sebuah gerakan bersama untuk ketahanan pangan dan peningkatan gizi generasi penerus bangsa.

Simak Data Sebaran SPPG di Kabupaten Konawe:

Kecamatan Unaaha: 4 SPPG

Kecamatan Wawotibi: 3 SPPG

Kecamatan Uepai: 2 SPPG

Kecamatan Anggaberi: 1 SPPG

Kecamatan Amonggedo: 1 SPPG

Kecamatan Besulutu: 1 SPPG

Kecamatan Abuki: 1 SPPG

Kecamatan Soropia: 1 SPPG

Kecamatan Tongauna Utara: 1 SPPG

(JM)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x