x

Gerbang Ekonomi Tersendat, Mendagri Perintahkan Perbaikan Cepat Infrastruktur Rusak Pasca-Banjir Aceh

waktu baca 2 menit
Minggu, 30 Nov 2025 09:51 18 Team Redaksi

“Kita kali ini datang ke titik ini karena ini adalah infrastruktur yang sangat penting, yaitu jembatan nasional, jalan nasional yang menghubungkan Banda Aceh ke Medan. Kita lihat kondisi jembatan dalam keadaan roboh, terputus. Kemudian juga kiri-kanan terjadi longsor,”

Pidie Jaya, Ntrinews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian turun langsung melihat dampak bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (29/11/2025). Dalam kunjungannya, Tito memberikan perhatian khusus pada kerusakan infrastruktur publik, terutama putusnya jembatan nasional penghubung Banda Aceh-Medan yang berimbas pada terhambatnya distribusi logistik dan mobilitas warga. Ia menegaskan pemerintah pusat bersama daerah bergerak cepat untuk pemulihan, termasuk memprioritaskan perbaikan akses jalan bagi siswa dan jaringan listrik yang padam.

Keprihatinan mendalam disampaikan Mendagri menyusul bencana yang merendam kawasan tersebut. Dari lokasi bencana, ia memastikan bahwa semua kekuatan pemerintah telah dikerahkan untuk menangani dampak dan memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

“Kita kali ini datang ke titik ini karena ini adalah infrastruktur yang sangat penting, yaitu jembatan nasional, jalan nasional yang menghubungkan Banda Aceh ke Medan. Kita lihat kondisi jembatan dalam keadaan roboh, terputus. Kemudian juga kiri-kanan terjadi longsor,” ujar Tito di sela peninjauan.

Kerusakan pada infrastruktur vital ini tidak hanya mengisolasi wilayah, tetapi juga berpotensi melumpuhkan roda perekonomian masyarakat. Gangguan pada jalur distribusi barang dikhawatirkan memicu kelangkaan dan kenaikan harga.

Tidak hanya infrastruktur strategis, Mendagri juga memerintahkan jajarannya untuk mendata kerusakan jembatan-jembatan kecil yang vital bagi akses sehari-hari, khususnya yang digunakan anak-anak untuk berangkat sekolah. “Pak Presiden Prabowo Subianto juga memberikan atensi khusus terhadap jembatan yang menjadi akses para siswa menuju sekolah,” tegas Tito. Data ini akan menjadi acuan percepatan perbaikan oleh pemerintah.

Apresiasi dari Pemerintah Daerah

Sementara itu, Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan langsung Mendagri. Ia menekankan bahwa situasi di lapangan, terutama kerusakan pada Jembatan Meureudu yang merupakan bagian jalur lintas nasional, membutuhkan penanganan yang sangat cepat. “Ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah pusat karena akan mempengaruhi perekonomian masyarakat di sekitarnya,” ujar Sibral.

Di akhir kunjungan, Mendagri secara simbolis menyerahkan bantuan pemerintah pusat kepada para pengungsi, berupa air mineral, susu bayi, pakaian, hingga perlengkapan salat. Ia juga menyempatkan diri berdialog dan menyerap aspirasi masyarakat untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran. JM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x