Sebanyak 15 lapak di pasar Tutuwi Matahari Kelurahan Asinua Kecamatan Unaaha hangus di lalap si jago merah dalam kebakaran yang terjadi pada senin (8/12/2025) malam Konawe, Ntrinews.com – Musibah kebakaran terjadi di Pasar Tutuwi Motaha yang terletak di Kelurahan Asinua Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe.
Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi pada Senin (8/12/2025) malam.
Dalam video yang diterima awak media, memperlihatkan Kobaran api besar dan gumpalan asap terlihat dari kios yang berada di dalam pasar.
Dilaporkan, sebanyak 15 lapak atau kios hangus dilalap si jago merah, dalam insiden kebakaran. Meliputi lapak pedagang pecah belah, sendal, sepatu, mainan hingga makanan.
Hal ini di Ungkap oleh Kapolsek Unaaha IPDA La Ode Anti saat dikonfirmasi awak media.
Ia mengatakan, kobaran api pertama kali terlihat oleh warga bernama Amran sekitar pukul 19.10 WITA, saat melintas di depan pasar.
“Setelah menerima laporan, pada pukul 19.20 Wita pemadam kebakaran sebanyak 3 unit dan 1 unit AWC Polres Konawe tiba di TKP dan langsung memadamkan kobaran api” kata IPDA La Ode Anti

Api berhasil dipadamkan oleh Damkar dan bantuan 1 Unit Armoured Water Cannon atau AWC Polres Konawe, dalam. Insiden kebakaran di pasar Asinua Unaaha pada senin (8/11/2025) malam
Api dikatakan cepat membesar dan melebar ke lapak lainnya, karena lapak yang terbuat dari kayu.
“Lapak terbuat dari kayu dan barang yang berada didalam lapak berupa jualan masyarakat ada yang berbahan karet sehingga api cepat menyebar ke lapak yang berada di dekatnya” Ungkap IPDA La Ode Anti
Meskipun demikian api berhasil dipadamkan pada pukul 20.20 WITA, oleh petugas Damkar Kab. Konawe, dibantu oleh PNPP Polres Konawe dan Polsek Unaaha yang dipimpin oleh Kasat Reslrim Polres Konawe AKP Taufik Hidayat, Kapolsek Unaaha Iptu La Ode Anti, Pawas Ipda Ni Kadek Karniati.
Adapun terkait penyebab kebakaran, Kapolsek Unaaha IPTU La Ode Anti mengatakan masuk dalam penyelidikan.
“Penyebab kebakaran belum diketahui, masih dalam lidik” tutupnya
Akibat insiden kebakaran ini, para korban alami kerugian capai ratusan juta rupiah. (Adessa)
Tidak ada komentar