Foto bersama Gubernur Provinsi Sultra Andi Sumangerukka didampingi Bupati Konawe Yusran Akbar, dan unsur pimpinan Forkopimda Konawe, pengawas benih tanaman, UPTD, penyuluh pertanian, dan petani, dalam acara panen perdana perbanyakan benih padi unggul di BBI Wawotobi. Selasa (20/1/2026) Konawe, Ntrinews.com – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, hadiri panen perdana hasil perbanyakan benih padi di Balai Benih Induk (BBI) Kecamatan Wawotobi Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Selasa (20/1/2026)
Didampingi Bupati Konawe Yusran Akbar, Gubernur ASR bersama jajaran Forkopimda panen benih padi unggul dan bersertifikat yang diberi nama “Sanggoleo Sultra”.
Dalam proses produksi, benih unggul varietas inpari 42 ini Dikemas lalu dijual dengan harga terjangkau yaitu Rp8 Ribu per kilogram, atau dalam kemasan 10 kilogram Rp80 ribu.
Kepala dinas tanaman pangan dan peternakan Provinsi Sultra Muhammad Taufik, mengungkap panen hasil perbanyakan benih padi yang digelar hari ini adalah yang terbanyak, yaitu di lahan seluas 133 hektar.
“Ini adalah panen perbanyakan benih padi perdana dan terluas ditanami bibit di lahan 133 hektar melayani kebutuhan petani”
“di mana untuk 1 hektarnya menghasilkan 4 ton benih, hasil penjualan masuk dalam PAD dengan target Rp1,2 M di seluruh UPTD di Sultra” Ucap Taufik
Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tenggara ASR menegaskan penjualan benih padi unggul harus tepat sasaran.
Penangkar yang membeli benih tidak diperbolehkan menjual dengan harga tinggi kepada petani.
“Kalau Penangkar beli benih 8 ribu per kilo, jangan sampai mereka jual lebih mahal ke petani, ini yang harus diawasi betul betul, kita menghindari tengkulak yang memberatkan petani” Ucap ASR. (Adessa)
Tidak ada komentar