Pria di Bombana Sulawesi Tenggara Ditemukan Tewas Diduga Akhiri Hidup. Polisi Selidiki Motif

waktu baca 2 menit
Kamis, 26 Feb 2026 01:29 12 Team Redaksi

Bombana, Ntrinews.com – Seorang pria di Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara, ditemukan tak bernyawa, diduga nekat akhiri hidup.

Korban yang diketahui sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) ini ditemukan oleh tetangganya, dalam kondisi tergantung terlilit tali yang diikat pada sebuah besi yang terpasang di kusen kamar. Rabu (25/2/2026) malam

Saat ditemukan, korban mengenakan baju kaos dan celana pendek berwarna hitam. Dan terdapat kursi berwarna hijau tak jauh dari tkp.

‎Kasi Humas Polres Bombana, IPTU Abdul Hakim, membenarkan peristiwa tragis tersebut.

‎Ia mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh tetangga yang curiga dengan pintu rumah korban yang terus terbuka sejak beberapa hari.

“korban ditemukan pada rabu malam sekitar pukul 19.00 Wita oleh tetangganya MA (45) yang curiga dengan kondisi rumah korban” Kata IPTU Abdul

‎”Saksi merasa janggal karena pintu rumah korban terus terbuka selama tiga hari berturut-turut,” katanya menambahkan

Melihat kejanggalan tersebut MA memanggil warga lain untuk bersama mengecek kedalam rumah.

Nahas, pada saksi dikejutkan dengan penemuan jasad korban yang sudah tergantung terlilit tali di kusen salah satu kamar rumah tersebut.

Tim Identifikasi Polres Bombana yang menerima laporan ini, kemudian segera meluncur ke lokasi.

‎Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal, kondisi jenazah menunjukkan tanda-tanda medis kematian, diperkirakan telah meninggal beberapa hari.

‎Di mana, kondisi fisik ditemukan cairan keluar dari mulut korban, bagian tubuh di sekitar lutut sudah mulai membiru (lebam mayat).

‎IPTU Abdul Hakim mengatakan korban murni mengakhiri hidup saat ditemukan, dengan alat bukti berupa tali nilon hitam.

Polres Bombana telah mengevakuasi jenazah MHS ke RSUD Tanduale untuk menjalani proses visum sesuai permintaan keluarga.

Setelah proses di rumah sakit selesai, rencananya jenazah akan diberangkatkan ke Kota Kendari.

‎Terakhir, IPTU Abdul Halim mengatakan pihaknya masih menyelidiki terkait motif korban yang diduga nekat mengakhiri hidup. (Adessa)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA