Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko tersenyum sambil memegang dua tongkol jagung hasil petikannya sendiri, latar belakang terlihat hamparan kebun jagung siap panen pada Panen Raya di SMKNPP 5 Wawotobi, Kamis (13/11/2025). Langkah mantap para pucuk pimpinan Sulawesi Tenggara justru terdengar di hamparan kebun jagung, bukan hanya di koridor kantor. Pada Kamis (13/11/2025) yang bersejarah, lahan seluas 7 hektar di SMKNPP 5 Wawotobi menjadi saksi bisu sebuah transformasi: dari lahan pendidikan menjadi lumbung pakan nasional. Dalam gelaran Panen Raya Jagung Kuartal IV, para pemimpin itu tak hanya memberi komando, tetapi membuktikan komitmen dengan tangan mereka sendiri—memetik, memipil, dan menyerahkan hasil bumi yang menjadi penopang industri peternakan Indonesia.
Konawe, Ntrinews.com – Di bawah terik matahari yang menyengat, Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko tak segan. Sang Kapolda Sultra itu dengan cekatan memetik tongkol jagung hibrida varietas KH-1, mengupasnya, dan memasukkan hasilnya ke dalam karung. Aksi itu berlanjut di depan mesin pemipil, di mana ia secara simbolis memisahkan bulir jagung dari bonggolnya. Sebuah pesan kuat terpancar: di tengah ancaman krisis pangan global, Polri hadir tidak hanya dengan senjata, tetapi dengan semangat gotong royong.

Bukti Turun Tangan. Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko usai memetik jagung hibrida KH-1 pada Panen Raya di SMKNPP 5 Wawotobi, Kamis (13/11/2025).
Ini adalah bentuk nyata Program Polri Mengawal Pangan. Tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan dari hulu ke hilir, rantai pasok pangan kita aman dan petani sejahtera.
Aksi kolaboratif ini dihadiri oleh seluruh jajaran inti pemerintahan dan keamanan di Konawe. Tampak hadir mendampingi, Sekda Konawe Ferdinand, Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya, Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, Pabung 1417 Haluoleo Letkol Inf. Azwar Dinata, Kajari Konawe Fachrizal, serta Kepala SMKNPP 5 Wawotobi Ikhwal Khoir. Mereka bersama-sama menyaksikan penyerahan simbolis jagung pipilan kering secara langsung dari Kapolda kepada Kabulog Unaaha, Muh. Abdan Djarmin, memperlihatkan rantai distribusi yang cepat dan efisien.

Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya memberikan dukungan penuh atas program ketahanan pangan ini.
Komitmen Anggaran untuk Wujudkan Asta Cita
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Konawe, I Made Asmaya, menegaskan komitmen politik yang bulat untuk mendukung program prioritas nasional.
“Pemda Konawe siap menyukseskan Asta Cita Bapak Presiden,” deklarasinya di hadapan petani dan undangan. “Komitmen itu kami buktikan dengan anggaran. APBD 2026 akan kami maksimalkan untuk mendukung Asta Cita Presiden, khususnya peningkatan produksi padi dan jagung. Ketahanan pangan adalah harga mati.”
Pernyataan ini memberikan kepastian dan angin segar bagi para petani dan pelaku usaha, bahwa pembangunan sektor pertanian menjadi prioritas utama daerah.

Dari Lahan SMK Menjadi Penopang Industri Nasional
Kesuksesan panen raya ini tidak lepas dari peran strategis SMKNPP 5 Wawotobi sebagai pusat pendidikan dan penggerak ekonomi kerakyatan. Ikhwal Khoir, Kepala Sekolah, menjelaskan bahwa penanaman jagung hibrida ini dimulai pada Agustus 2025.
“Hanya dalam waktu tiga bulan, tepatnya 96 hari, alhamdulillah hari ini kita sudah bisa memanen. Ini membuktikan bahwa dengan benih unggul dan manajemen yang tepat, produktivitas tinggi dapat dicapai,” jelas Ikhwal.
Seorang petani di lokasi, Nendi, memberikan gambaran nyata hasil yang dicapai. “Dari total 15 hektar lahan integrasi yang kami kelola, 7 hektar siap panen hari ini. Hasilnya diperkirakan mencapai 4-5 ton jagung pipilan kering,” ujarnya penuh haru. Jagung berkualitas untuk pakan ayam ini langsung diserap oleh Bulog, menunjukkan bahwa model kemitraan antara SMK, petani, pemerintah, dan BUMN berjalan efektif.
Panen Raya Jagung Kuartal IV di Konawe bukan sekadar seremonial. Ia adalah sebuah narasi besar tentang sinergi yang menghidupi, tentang pimpinan yang turun mengawal kedaulatan pangan langsung dari lapangan, dan tentang secercah harapan bahwa Indonesia mampu mencukupi kebutuhannya sendiri. (JM)
Tidak ada komentar