Sultra Award 2025: Strategi ‘Membangun Desa, Menata Kota’ Bikin Yusran Akbar Jadi Tokoh Inspiratif

waktu baca 4 menit
Kamis, 13 Nov 2025 10:48 191 Team Redaksi

“Penghargaan ini milik 291 desa yang berani berinovasi, petani yang bangun sebelum subuh, dan guru di pelosok terpencil,” ujarnya, merendah sekaligus membanggakan. Kalimat itu menjadi kristalisasi dari filosofi sederhana yang menjadi kompas kepemimpinannya: “Membangun Desa, Menata Kota.”

Kendari, NTRINEWS.COM — Gemerlap lampu dan sorak applause di Claro Hotel Kendari, Rabu (12/11/2025) malam, menyimpan sebuah narasi kepemimpinan yang jarang terdengar. Saat Bupati Konawe, Yusran Akbar, menerima Sultra Award 2025 sebagai Tokoh Kepala Daerah Muda Inspiratif dan Inovatif, bukan retorika politik yang ia suarakan. Melainkan sebuah pengakuan tulus yang mengalihkan seluruh sorotan kepada rakyatnya.

“Penghargaan ini milik 291 desa yang berani berinovasi, petani yang bangun sebelum subuh, dan guru di pelosok terpencil,” ujarnya, merendah sekaligus membanggakan. Kalimat itu menjadi kristalisasi dari filosofi sederhana yang menjadi kompas kepemimpinannya: “Membangun Desa, Menata Kota.”

Di usia ke-30 Harian Kendari Pos, penganugerahan Sultra Award bukanlah sekadar peringatan, melainkan sebuah legitimasi atas kerja nyata. Dari 37 tokoh inspiratif yang diapresiasi, nama Yusran Akbar mencuat bukan karena gebrakan instan, melainkan karena konsistensinya mengeksekusi konsep “Konawe Bersahaja” (Berdaya Saing, Sejahtera, Adil dan Berkelanjutan) yang ia gagas bersama Wakil Bupati Syamsul Ibrahim.

Jiwa ‘Membangun Desa’. Bupati Yusran Akbar (tengah) melihat langsung hasil inovasi dan produk UMKM dari desa-desa di Konawe pada Expo Inovasi Desa 2025, wujud nyata dari filosofi kepemimpinannya.

Strategi Nyata di Balik Filsafat Sederhana

Lantas, bagaimana filsafat “Membangun Desa, Menata Kota” diwujudkan? Jawabannya terpampang dalam aksi-aksi konkret.

Pertama, Pemberdayaan Desa sebagai Episentrum. Baru saja berakhir, Expo Inovasi Desa (5-11 November 2025) menjadi bukti nyata. Sebanyak 291 desa berkumpul di Eks-STQ Unaaha bukan untuk seremonial, tapi sebagai pameran kekuatan riil. Di sana, UMKM berkembang, data desa diperbarui, dan digitalisasi diintegrasikan ke dalam tata kelola pemerintahan desa.

Bupati Konawe, H Yusran Akbar ST bersama Forkopimda, Ketua DPRD dan sejumlah pimpinan OPD saat melakukan penanaman perdana jagung hibrida di Desa Unggulino, Kec Puriala

Kedua, Pembangunan Berbasis Klaster Unggulan. Yusran menerapkan pendekatan cerdas dengan memetakan setiap kecamatan berdasarkan potensi terbaiknya. Mulai dari klaster pertanian pangan, perkebunan dan agrowisata, hingga industri dan pariwisata. Pembangunan infrastruktur penunjang pun difokuskan untuk mengakselerasi klaster-klaster ini, baik dari PAD maupun program untuk kesejahteraan.

Ketiga, Lobi Cerdas untuk Mendatangkan Program Pusat. “Kami tidak menunggu. Kami melengkapi data, mencari, mengusulkan, lalu mengawal pelaksanaannya,” tegas Yusran saat diwawancarai, Kamis (13/11). Duetnya dengan Syamsul Ibrahim aktif menggaet Dana Desa Terintegrasi, Program Prioritas Nasional (PPN) Infrastruktur, dan kemitraan dengan Kementan-KKP untuk benih unggul.

Bupati Yusran Akbar saat berdialog bersama kepala desa atas inovasi produk unggulan desa

Sultra Award: Validasi atas Kinerja, Bukan Pencitraan

Penghargaan ini merupakan pengakuan atas hasil kerja yang fundamental. Di bawah kepemimpinan Yusran, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Konawe didongkrak melalui tiga pilar utama: kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak. Realisasi serapan anggaran dan belanja infrastruktur hingga ke level desa, serta partisipasi publik dalam Musrenbangdes, menjadi bukti komitmennya membangun kemandirian desa.

Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, dalam sambutannya menegaskan harmoni antara media dan pemerintah. “Tanpa media yang kritis dan edukatif, pembangunan bisa salah arah. Tanpa kepemimpinan yang rendah hati, media tak punya bahan berita yang inspiratif,” ujarnya, menyiratkan bahwa penghargaan untuk Yusran adalah contoh sempurna dari simbiosis yang mutualistik.

Bupati Konawe Yusran Akbar terus mendorong pemanfaatan lahan tidur dan pekarangan untuk penanaman buah-buahan pada warga sebagai upaya meningkatkan ekonomi dari setiap rumah tangga di desa

Enam Misi ke Depan: Perjalanan Masih Panjang

Bagi Yusran, trofi ini adalah cambuk, bukan mahkota. “Kita baru di kilometer 10 dari maraton 100 km,” ujarnya dengan rendah hati. Untuk melanjutkan perjalanan itu, ia telah menyiapkan enam misi strategis: peningkatan kualitas SDM, penguatan daya saing ekonomi, optimalisasi tata kelola pemerintahan yang bersih, penguatan ketahanan sosial budaya, pemerataan infrastruktur desa-kota, dan implementasi pembangunan berkelanjutan.

Konawe Bersahaja bukan lagi mimpi di papan visi, melainkan sebuah rencana kerja yang sedang dirajut dalam setiap tindakan. Dan malam itu, Sultra Award 2025 hanyalah sebuah penanda kilometer bahwa jalan yang ditempuh Yusran Akbar dan seluruh rakyat Konawe adalah jalan yang benar. JM

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA