Angkat Budaya Tolaki, Film “Arwah Pue Tuko” Karya Anak Lokal Sulawesi Tenggara Tayang Di Layar Lebar

waktu baca 2 menit
Minggu, 4 Jan 2026 12:05 52 Team Redaksi

Konawe, Ntrinews.com – Film bergenre Horor Komedi berjudul “Arwah Pue Tuko” bakal menghiasi layar Hollywood Square Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Film ini merupakan karya 100 persen konten kreator lokal Sulawesi Tenggara yang dikolaborasikan dalam satu cerita layar lebar.

Penayangan Film “Arwah Pue Tuko“ yang diproduseri oleh Vian Saryanti Haryato ini tayang mulai Sabtu (17/1/2025) mendatang.

Arwah Pue Tuko mengisahkan sebuah kampung yang dikenal angker, setelah kemunculan sosok Arwah Pue Tuko, atau dikenal sebagai arwah kakek bertongkat, yang dipercaya mulai mengambil tumbal.

Menariknya, film juga mengangkat nilai-nilai budaya Tolaki, suku asli daratan Sulawesi Tenggara, dikenal memiliki kekayaan adat istiadat.

Dalam film tersebut mengangkat tradisi mosehe wonua, tarian lulo nggarandu, permainan tradisional tempo dulu, hingga penggunaan bahasa daerah Tolaki dalam dialog film.

Tak hanya itu, film ini juga melibatkan berbagai latar belakang suku, yang menggambarkan pesan toleransi dan keberagaman budaya dalam kehidupan bermasyarakat di Sulawesi Tenggara.

Lokasi pengambilan gambar dilakukan di Kabupaten Konawe Utara, meliputi Kecamatan Sawa, Kecamatan Lembo, dan Kecamatan Meluhu (Wonua Ndinudu), serta beberapa lokasi pendukung lainnya di wilayah Konawe.

Selanjutnya, Film ini menjadi lebih spesial, dan di gadang gadang menambah daya tarik bagi masyarakat lokal. sebab Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, turut ambil bagian dalam film tersebut, berperan sebagai seorang camat.

Sejumlah pemeran lokal ternama juga terlibat dalam film ini, di antaranya Sainudin (Bapanya Sogepe), Mamanya Sogepe, Vian Tondo (Pak Lurah TikTok), Alkes Kelor, Princess Piranha, Bunggeke, Ibu Ani, Pak Desa Saritando, serta Dewan Sara Fordati, Adjemain Suruambo.

Dengan perpaduan horor, komedi, dan kekayaan budaya lokal, Arwah Pue Tuko diharapkan menjadi tontonan menarik untuk semua kalangan, sekaligus kebanggaan karya anak daerah Sulawesi Tenggara. (Adessa)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA