x

Bupati Konawe Bahas Strategi Percepatan Penurunan Stunting Lewat Program MBG

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Okt 2026 22:55 29 Team Redaksi

Konawe, Ntrinews.com – Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T., mengikuti rapat koordinasi nasional bersama Kementerian Dalam Negeri dan Badan Gizi Nasional (BGN) dari Ruangan Command Center Diskominfo Konawe, Selasa (28/10/2026)

Rakor tersebut membahas tiga agenda strategis: inspeksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta validasi data ibu hamil, menyusui, dan balita atau yang dikenal dengan kelompok 3B.

Bupati Konawe hadir didampingi Sekda Konawe Dr. Ferdinand, S.P., M.H., dan Kepala BPKAD Laode Muh. Adnan, S.E.

Berbeda dengan rakor sebelumnya yang lebih banyak membahas teknis dapur, kali ini pemerintah pusat menekankan pentingnya akurasi data 3B sebagai kunci percepatan penurunan stunting di daerah.

Data ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang valid disebut menjadi dasar penyaluran MBG agar benar-benar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Untuk itu, keterlibatan desa, posyandu, dan OPD terkait diminta diperkuat.

“Penurunan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemberian makanan, tapi harus dimulai dari data yang akurat. Siapa sasarannya, di mana alamatnya, apa kondisinya, semua harus jelas,” menjadi salah satu poin penekanan dalam rakor tersebut.

Selain soal data, rakor juga membahas inspeksi 14 indikator kelayakan SPPG. Mulai dari aspek keamanan pangan, legalitas dan SDM, hingga kelayakan lahan dan keselamatan kerja.

Hasil inspeksi ini akan menentukan apakah sebuah SPPG layak beroperasi atau perlu perbaikan.

Untuk program MBG prasmanan, pemerintah daerah diminta menyiapkan kesiapan sekolah, guru pendamping, serta pengawasan penyajian mulai dari suhu makanan hingga ketepatan waktu distribusi.

Bupati Konawe Yusran Akbar menegaskan, Pemkab Konawe siap mendukung penuh arahan pusat. Menurutnya, program MBG dan penguatan SPPG bukan sekadar program makan gratis, tapi investasi jangka panjang untuk kualitas SDM Konawe.

“Kita ingin anak-anak Konawe tumbuh sehat, ibu-ibu terlindungi, dan angka stunting turun. Kuncinya ada di koordinasi lintas sektor,” ujarnya.

Pemkab Konawe berharap melalui rakor ini, pelaksanaan program gizi di Konawe bisa berjalan lebih optimal, aman, dan berkelanjutan. (Adessa)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x