x

Miris, Food Court Unaaha Diduga Jadi Tempat Konsumsi Miras. Pedagang Keluhkan Masalah Keamanan

waktu baca 3 menit
Selasa, 1 Sep 2026 23:49 10 Team Redaksi

Konawe, Ntrinews.com – ‎Taman Wisata Kuliner Unaaha atau Food Court yang berada di kawasan perkantoran Pemkab Konawe kini menuai sorotan.

Lantaran, bangunan yang dibangun dengan anggaran hampir Rp5 miliar ini nyaris kembali terbengkalai.

Bahkan, saat ini kawasan tersebut yang semestinya menjadi pusat wisata kuliner sekaligus ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas tersebut justru dikeluhkan karena diduga kerap menjadi lokasi tongkrongan konsumsi minuman keras (miras), terutama pada larut malam.

‎Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas perdagangan di kawasan food court masih terbilang minim. Dari sejumlah lapak yang tersedia, hanya sekitar dua lapak yang tampak masih aktif berjualan, sementara sebagian lainnya terlihat sepi.

‎Di beberapa titik kawasan juga ditemukan pecahan botol minuman yang berserakan. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran pedagang karena kawasan yang diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi justru dinilai belum memberikan rasa aman dan nyaman.

‎Pedagang berharap food court yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp4.997.478.936,91 itu dapat dikelola secara optimal sehingga menjadi pusat kuliner yang ramai, aman, dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

‎Namun, harapan tersebut dinilai belum sepenuhnya terwujud. Selain minimnya pembeli, sejumlah pedagang juga mengeluhkan persoalan keamanan.

‎Bahkan, salah seorang pedagang disebut mengalami kerugian setelah kehilangan sejumlah barang.

‎Kondisi itu membuat pedagang yang telah mengeluarkan modal cukup besar mulai mempertanyakan keberlangsungan usahanya apabila situasi kawasan tidak segera dibenahi.

‎“Harapan kami datang untuk berdagang dan mencari penghasilan, bukan menghadapi kondisi yang membuat kami merasa tidak aman,” keluh salah seorang pedagang.

‎Menanggapi kondisi tersebut, Kabag Ekonomi Setda Konawe, Indra Tinggoa, SE, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk meningkatkan pengawasan dan pengamanan di kawasan food court.

‎“Nanti saya koordinasi dengan Satpol PP supaya datang sweeping. Seharusnya Satpol PP menjaga di situ. Kami juga akan koordinasi dengan tim teknis, terutama untuk pengamanan pada malam Sabtu dan malam Minggu,” ujar Indra.

‎Menurutnya, kawasan food court memang kerap menjadi tempat berkumpul anak-anak muda. Namun, aktivitas yang dinilai mengganggu biasanya terjadi ketika kondisi kawasan sudah sepi, terutama setelah tengah malam.

‎“Kalau ada pedagang biasanya mereka tidak muncul dan tidak mabuk-mabukan. Kecuali sudah di atas jam 12 malam, saat sudah sepi, baru terjadi mabuk-mabukan,” jelasnya.

‎Indra menambahkan, persoalan yang paling rawan di kawasan tersebut adalah keamanan, termasuk potensi pencurian. Karena itu, pengamanan perlu kembali diintensifkan untuk menjaga aset pemerintah maupun barang milik para pedagang.

‎“Yang paling rawan itu pencurian. Makanya ini harus diintensifkan kembali pengamanan, terutama dari Satpol PP, supaya aset-aset kita yang ada di food court seperti lampu dan instalasi listrik tetap terjaga, terutama barang-barang milik pedagang,” tegasnya.

‎Minimnya pengunjung serta dugaan adanya aktivitas konsumsi miras pada larut malam dinilai dapat memengaruhi citra Taman Wisata Kuliner Unaaha dan menjauhkannya dari tujuan awal pembangunan. (Adessa)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x