240 UMKM Terlibat Dalam Festival Jajanan Kaki Lima Di Kabupaten Konawe. Bupati Yusran : Gerakkan Ekonomi, Gali Potensi Kuliner Lokal 

waktu baca 3 menit
Rabu, 8 Apr 2026 23:59 16 Team Redaksi

Konawe, Ntrinews.com – Pemerintah Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi tenggara resmi membuka Festival Kuliner Jajanan Kaki Lima, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe.

Bertempat di Kawasan Wisata Kuliner Konawe (Food Court), acara diresmikan langsung oleh Bupati Konawe Yusran Akbar, dan dihadiri oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Thathit Suryono, Kapolres Konawe AKBP Noer Alam, SIK dan jajaran OPD Pemkab Konawe. Rabu (8/4/2026)

Bupati Yusran dalam sambutannya, usai membuka acara menyampaikan Festival Kuliner UMKM merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan yang berbasis potensi lokal.

Menurutnya, sektor UMKM memiliki peran penting sebagai tulang punggung perekonomian daerah, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Ia juga menilai, kegiatan seperti ini harus terus didorong agar pelaku usaha memiliki ruang untuk berkembang, berinovasi, dan memperluas jaringan pemasaran.

“Festival ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat. Kami ingin UMKM Konawe mampu naik kelas, meningkatkan kualitas produk, serta mampu bersaing tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga regional hingga nasional,” ujar Yusran.

Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe akan terus mendorong pengembangan kawasan wisata kuliner sebagai pusat aktivitas ekonomi baru yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

“kawasan ini kedepannya akan kita tata lebih baik, sehingga menjadi pusat kuliner yang representatif, nyaman, dan mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah,” Pungkasnya

Selanjutnya, Ketua Panitia Indra Tinggoa, dalam laporannya, menyebutkan festival diikuti oleh total 240 pelaku UMKM, terdiri dari 24 UMKM dari STQ, 123 UMKM dari kawasan ICP, serta 93 UMKM dari masyarakat umum Kabupaten Konawe.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan wisata kuliner, melestarikan makanan khas daerah, serta meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku UMKM,” Kata Indra.

dalam kesempatan ini, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Thathit Suryono, mengatakan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi digital di kalangan pelaku UMKM, khususnya melalui penerapan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS.

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas serta meningkatkan transparansi dan pencatatan keuangan pelaku usaha. Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Konawe yang menghadirkan konsep festival berbasis digital sebagai bagian dari transformasi ekonomi daerah.

“Bank Indonesia terus mendorong UMKM untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sehingga mampu meningkatkan daya saing dan bertahan di tengah dinamika ekonomi,” ujarnya.

Usai pembukaan, Bupati Konawe bersama rombongan turut mengelilingi seluruh stan kuliner. Tak hanya itu Bupati juga berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM, serta membeli sejumlah produk makanan dan minuman sebagai bentuk dukungan nyata terhadap UMKM lokal.

Diketahui, Festival ini berlangsung selama 11 hari, mulai 8 hingga 18 April 2026. Aktivitas di dalam area Food Court dibuka sejak siang hingga pukul 24.00 WITA, sementara area luar beroperasi mulai pukul 16.00 hingga 24.00 WITA. Sejumlah kegiatan turut meramaikan acara, di antaranya jajanan kuliner, digitalisasi transaksi pembayaran, talk show, lomba menggambar anak usia dini, dan hiburan musik. (Adessa)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA