
Wamendagri Komjen Pol (Purn) Drs Akhmad Wiyagus didampingi Bupati Konawe H Yusran Akbar ST dan Wakil Bupati Syamsul Ibrahim saat panen padi sawah di Kelurahan Mekar Sari, Tongauna, usai panen raya, Rabu (10/6/2026). Wamendagri sebut Konawe luar biasa dengan 40.000 hektar sawah dan surplus ekonomi 14 persen. Stok beras mencapai 5 juta ton usai panen raya di Mekar Sari.
Konawe, Ntrinews.com – Gelombang semangat pembangunan perdesaan menyelimuti Kelurahan Mekar Sari, Kecamatan Tongauna, saat Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Komjen Pol (Purn) Drs Akhmad Wiyagus, SIK, MSi, MM turun langsung di lokasi panen raya, Rabu (10/6/2026). Di tengah hamparan sawah 2.603 ha yang menguning, pria yang akrab disapa Wiyagus itu memberikan pernyataan eksklusif yang mencengangkan. Konawe mencatat pertumbuhan ekonomi hingga 14 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 6 persen.

Dalam wawancara singkat eksklusif bersama awak media, Wamendagri tidak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap potensi sumber daya alam di wilayah berjuluk “Bumi Kalosara” tersebut.
“Luar biasa ya. Alhamdulillah. Konawe hari ini berdasarkan data. Tadi saya dapat laporan dari Bupati, sekarang sawah yang dikelola ada 40.000 hektar. Ini sungguh sangat luar biasa dan memberikan kontribusi terhadap ketersediaan stok pangan,” ujar Wiyagus dengan nada penuh optimisme.

Wamendagri Akhmad Wiyagus (kanan) memberikan arahan singkat kepada Bupati Konawe Yusran Akbar usai panen raya
Kehadiran Wamendagri di lokasi panen raya itu juga dimanfaatkan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Konawe untuk melaporkan sejumlah capaian strategis. Tak hanya soal luas lahan, Wiyagus juga menyoroti keberhasilan program pemerintah pusat yang dirasakan langsung oleh petani.
“Sungguh sangat merasakan seluruh program yang digulirkan oleh pemerintah. Ketersediaan pupuk juga ada penurunan harga 20 persen, ya. Harga gabah juga dirasakan peningkatan. Kita dukung ya, kalau swasembada pangan itu harus benar-benar,” tegasnya.

Wamendagri Akhmad Wiyagus (tengah)
Yang menarik perhatian adalah pengakuan Wamendagri soal surplus ekonomi Konawe. Ketika ditanya mengenai angka pertumbuhan ekonomi daerah yang menyentuh 14 persen, Wiyagus dengan lugas menyebut keberhasilan itu tidak lepas dari sinergi semua pihak.
“Nah, ini karena keberhasilan Pak Bupatinya ya, berikut perangkatnya ya, para OPD-nya, kemudian partisipasi masyarakat. Hasilnya, outcome-nya dirasakan oleh siapa? Ya petani dan masyarakat Konawe sendiri,” pungkas mantan Kapolda Metro Jaya itu.
Lebih lanjut, Wamendagri juga mengonfirmasi bahwa Kabupaten Konawe kini resmi masuk dalam jajaran 80 dari 100 daerah penyumbang beras terbesar secara nasional. Total stok beras yang tersimpan di gudang saat ini mencapai 5 juta ton.
“Ya, Konawe salah satu daerah kontribusinya. Luar biasa,” tutup Wiyagus singkat sebelum kembali didampingi rombongan menuju lokasi berikutnya.
Tampak mendampingi Wamendagri dalam kegiatan panen raya tersebut antara lain Dirjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Dr Drs La Ode Ahmad P. Bolombo, AP, MSi, Bupati Konawe H Yusran Akbar ST, Ketua DPRD Konawe I Made Asmaya SPd MM, Bupati Buton Selatan Adios, Wakil Bupati Konawe H Syamsul Ibrahim SE MSi, sejumlah Kepala OPD Provinsi Sulawesi Tenggara, jajaran Pemkab Konawe, serta Forkopimda Konawe. (Jems)
Tidak ada komentar