Tumpah Ruah 26 Ribu Peserta Tarian Lulo Kolosal Di Kabupaten Konawe Cetak Rekor MURI

waktu baca 3 menit
Minggu, 12 Apr 2026 22:27 8 Team Redaksi

Konawe, Ntrinews.com – Puluhan Ribu Masyarakat Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara, tumpah ruah saat mengikuti tarian lulo kolosal.

Tarian lulo kolosal berlangsung di Kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP) Kelurahan Puunaha Kecamatan Unaaha. Sabtu (11/4/2026) sore

Menariknya, para peserta lulo tampil mengenakan baju adat, diiringi musik kompak menggerakan kaki dan tangan mengelilingi Kawasan ICP yang berada di area Kantor Bupati dan DPRD Kabupaten Konawe.

Tari Lulo atau Molulo adalah tarian tradisional persahabatan dari suku Tolaki, Sulawesi Tenggara, yang ditarikan secara massal dengan bergandengan tangan membentuk lingkaran.

Secara historis, tarian ini melambangkan persatuan, kebersamaan, dan kesederhanaan, berakar dari ritual panen Molulowi atau menginjak padi.

Namun kini populer sebagai tarian adat budaya yang digunakan dalam berbagai acara sosial seperti pernikahan, pesta panen, dan pesta hiburan rakyat.

Berdasarkan hasil verifikasi resmi, jumlah peserta yang ikut dalam tarian Lulo kolosal mencapai 26.126 orang, yang terdiri dari tiap Desa, kelurahan, Kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Puskesmas se-Kabupaten Konawe, maupun instansi vertikal lainnya.

Keterlibatan puluhan ribu Masyarakat dalam Tarian Lulo Kolosal ini berhasil memecahkan rekor nasional dan rekor dunia sebagai jumlah peserta terbanyak dalam tari kolosal.

Hal ini disampaikan Direktur MURI, Osmar Semesta Susilo yang turut hadir dan berada di Tengah Masyarakat kabupaten konawe saat acara Tarian Lulo Kolosal

“Jumlah peserta tari Lulo kolosal yang mencapai 26.126 orang bukan hanya rekor nasional, tetapi juga rekor dunia,” Kata Osmar Semesta Susilo

Ia menjelaskan, tarian Lulo memiliki filosofi yang kuat tentang kebersamaan, persatuan, serta mengedepankan nilai kesetaraan tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun status sosial.

Menurutnya, pesan yang terkandung dalam tarian ini menjadi simbol nyata perdamaian.

“Di tengah dinamika dunia yang penuh perbedaan, Kabupaten Konawe memberikan contoh bahwa dalam harmoni tarian, kita semua adalah satu keluarga. Dunia perlu melihat dan belajar dari Konawe,” tambahnya.

Lebih lanjut, Osmar meyakini bahwa rekor yang tercipta kali ini akan sulit untuk dilampaui. Ia mengingatkan bahwa sebelumnya, rekor peserta Lulo di Kota Kendari pada 2005 tercatat sebanyak 2.500 orang, sementara di Kabupaten Konawe pada 2015 mencapai 25.346 orang.

“Setelah melalui proses verifikasi yang ketat, kami mengkonfirmasi jumlah peserta sebanyak 26.126 orang. Ini merupakan rekor dunia,” tegasnya.

Bupati Konawe Yusran Akbar, didampingi Wabup Syamsul Ibrahim mengatakan bahwa kegiatan Tarian Lulo kolosal ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Konawe.

Bupati Yusran juga menyampaikan pesan persatuan untuk melestarikan adat budaya yang menjadi salah satu tonggak Pembangunan daerah.

“Apresiasi setinggi tingginya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Konawe, ini adalah hiburan rakyat sekaligus momentum untuk menjaga persatuan dan merajut kebersamaan membangun daerah, kami berharap kedepannya akan lahir kembali rekor-rekor baru selama kepemimpinan kami bersama Wakil Bupati Syamsul Ibrahim,” Terang Bupati Yusran Akbar. (Adessa)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA