x

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, Bupati Yusran Akbar Minta ASN Bantu Petugas Sensus: Jangan Sampai Warga Miskin Tak Terdata

waktu baca 3 menit
Senin, 15 Jun 2026 11:35 60 Team Redaksi

Bupati Konawe Yusran Akbar resmi memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026. Ia meminta data jujur agar bantuan tak salah sasaran dan kemiskinan bisa ditekan.

Konawe, NtriNews.com – Pemerintah Kabupaten Konawe bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi menggelar Sensus Ekonomi 2026. Bupati Konawe, Yusran Akbar, memimpin langsung Apel Siaga di halaman Kantor Bupati Konawe, Senin (15/6/2026).

Apel ini menjadi tanda dimulainya pendataan menyeluruh terhadap seluruh aktivitas usaha di wilayah Konawe, baik konvensional maupun berbasis digital. Pendataan akan berlangsung dari Mei hingga Agustus 2026.

Bupati Konawe Yusran Akbar memberikan sambutan saat memimpin Apel Siaga Sensus Ekonomi 2026 di halaman Kantor Bupati Konawe dihadiri Forkopimda, Kepala BPS Konawe, serta ratusan petugas sensus dan ASN di Kabupaten Konawe, Senin (15/6/2026).

Tampak hadir dalam apel tersebut, Wakil Bupati Konawe, jajaran Forkopimda, Kepala BPS Konawe, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, ASN, serta ratusan petugas sensus yang siap turun ke lapangan.

Dalam sambutannya, Yusran Akbar menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik. Ia menyebut sensus ini ibarat general check-up atau pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi perekonomian daerah.

Suasana apel siaga yang dihadiri oleh Forkopimda, Kepala BPS Konawe, serta ratusan petugas sensus dan ASN di Kabupaten Konawe.

“Melalui sensus ini, pemerintah dapat mengetahui kontribusi setiap sektor ekonomi, mengidentifikasi potensi usaha yang berkembang, serta menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” ujar Yusran di hadapan peserta apel.

Ia menambahkan, hasil pendataan akan menjadi referensi penting untuk mengembangkan UMKM, menarik investasi, serta memperkuat transformasi ekonomi digital di Konawe.

Bupati juga secara tegas mengingatkan soal pentingnya kejujuran dalam memberikan data. Menurutnya, data sensus akan digunakan untuk mengukur tingkat kemiskinan dan pengangguran secara akurat.

“Jangan sampai bantuan diberikan kepada pihak yang sebenarnya sudah mampu, sementara masyarakat yang berhak justru tidak terdata. Karena itu, kejujuran dalam memberikan informasi sangat diperlukan,” tegasnya.

Ia menginstruksikan para camat, lurah, dan kepala desa untuk mengisi kekosongan perangkat di wilayahnya. Ia menilai, kekosongan perangkat bisa menghambat pelayanan publik sekaligus proses pendataan.

Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh ASN untuk aktif membantu petugas sensus ketika melakukan pendataan di lapangan. Menurutnya, dukungan ini penting sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap program pembangunan berbasis data.

Ia menekankan bahwa data statistik yang berkualitas akan meningkatkan pelayanan publik dan reformasi birokrasi di Kabupaten Konawe. “Dengan data valid, kebijakan lebih efektif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” katanya.

Usai apel, Bupati didampingi Kepala BPS Konawe melakukan pemotongan pita sebagai tanda dimulainya Sensus Ekonomi 2026 secara resmi. Pada kesempatan yang sama, dilakukan penyematan rompi kepada perwakilan petugas sensus—simbol kesiapan mereka bertugas di lapangan.

Pemerintah Kabupaten Konawe optimistis, dengan semangat kolaborasi, pelaksanaan sensus berjalan lancar. Data yang dihasilkan diharapkan menjadi fondasi percepatan pembangunan daerah, penguatan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Konawe secara berkelanjutan. (JM)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x