Konawe, Ntrinews.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga atau TP PKK Kabupaten Konawe, kembali menunjukkan eksistensinya, memberikan kontribusi nyata pemberdayaan masyarakat.
Mengenal “Rumah Dilan” yang merupakan singkatan dari Rumah Pendidikan dan Keterampilan, digagas menjadi pusat pembangunan dan perputaran ekonomi rakyat.
Bangunan sederhana yang berada di Kelurahan Sendang Mulyasari, Kecamatan Tongauna ini, disulap menjadi wajah baru dan kini resmi dibuka langsung oleh Bupati Konawe H. Yusran Akbar, ST.
Dalam sambutannya, Bupati Yusran mengatakan bahwa peresmian ini bukan sekadar seremonial, namum menjadi bukti komitmen pemerintah daerah terhadap program yang digagas oleh Ketua TP PKK Kabupaten Konawe Hj. Hania.
Bupati menegaskan bahwa Rumah Dilan adalah instrumen penting dalam melaksanakan program nasional ASRI (Aman, Sehat, Bersih, dan Indah) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“Lingkungan kita harus bersih, rapi, dan indah. Kalau lingkungan bersih, warganya pasti sehat. Ini adalah bentuk nyata Kabupaten Konawe melaksanakan program Bapak Presiden,” ujar Yusran dengan penuh semangat, disambut tepuk tangan hadirin.
Dari Tempat Pengajian ke Pusat Kreativitas
Ketua TP PKK Konawe Hj. Hania menyebut “Rumah Dilan” menyimpan cerita transformasi yang menarik.
Sebelumnya, bangunan yang berdiri di atas tanah milik warga tersebut hanyalah sebuah tempat pengajian yang kondisinya memprihatinkan.
Melihat potensi tersebut, Bupati Yusran tidak tinggal diam. Ia langsung turun tangan, meninjau lokasi, dan memastikan perbaikan segera dilakukan.
“Tadinya saya berpikir teman-teman PKK ayo nyumbang karpet. Tapi alhamdulillah, Pak Bupati langsung memberikan bantuan satu rol karpet baru. Semua pengecatan, plafon, dan lantai dikarpetkan baru,” kenang Ketua TP PKK Konawe dalam sambutannya, mengungkapkan rasa terima kasihnya.
Ketua TP PKK mengungkapkan bahwa Rumah Dilan adalah tantangan langsung dari Bupati untuk membantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengendalikan sampah. “Ini tantangan Bapak Bupati saat mau tidur. Bagaimana PKK bisa membantu mengendalikan sampah di Konawe,” ujarnya.
Program ini menyasar 28 kecamatan se-Kabupaten Konawe. Fokus utamanya ada di Pokja 2 yang membidangi pendidikan dan keterampilan.
Ibu-ibu PKK diajak untuk memilah sampah kering dan basah. Sampah yang memiliki nilai ekonomi akan didaur ulang menjadi kerajinan tangan.
Sampah bernilai rupiah dan Mimpi Toleransi
Bupati Yusran Akbar tidak hanya berbicara soal kebersihan.
Ia memaparkan visi besarnya untuk Kelurahan Sendang Mulyasari dengan komposisi warga yang majemuk—terdiri dari suku Jawa, Bali, Bugis, dan Toraja, kelurahan ini didorong untuk menjadi juara dalam indeks kerukunan umat beragama.
“Saya ingin Kelurahan Sendang Mulyasari menjadi kelurahan yang toleransinya nomor satu. Tidak pernah ada ribut-ribut. Kalau lingkungan bersih dan indeks toleransi tinggi, turis akan datang. Di sini ada miniatur candi, ada pura, budayanya majemuk. Kita bentuk menjadi daerah tujuan wisata” pungkasnya
Bupati juga mengumumkan bahwa produk-produk kerajinan dari Rumah Dilan akan ditampung dan dipajang di gerai Dekranasda Kabupaten Konawe.
Ia meminta warga, khususnya ibu-ibu, untuk berkreasi membuat kerajinan bernilai jual tinggi. “Kalau sampah dikumpul saja, satu kilo mungkin cuma 1.000. Tapi kalau diolah jadi kerajinan, nilainya bisa jauh lebih tinggi,” terangnya.
Lomba Desa dan Expo Inovasi Daerah
Sebagai bentuk dukungan penuh, Bupati telah menginstruksikan Kabag Pemerintahan untuk mempersiapkan Kelurahan Sendang Mulyasari mengikuti Lomba Desa tahun depan.
Tidak hanya itu, pada bulan November mendatang, akan digelar Expo Inovasi Daerah selama 10 hari di lokasi MTQ Kabupaten Konawe. Bupati meminta Lurah dan kader PKK untuk menampilkan serta menjual produk unggulan mereka di sana.
“Silakan Pak Lurah dan kader PKK berkreasi. Bukan cuma menampilkan, tapi bisa jualan juga. Bawa somay, kerupuk, tempe, tahu. Semua akan laku. Mari kita berkreasi untuk Kabupaten Konawe,” ajak Bupati.
Acara ditutup dengan penyerahan bantuan buku-buku bacaan secara simbolis dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Konawe kepada Ketua TP PKK Kelurahan Sendang Mulyasari.
Rumah Dilan Bersahaja kini resmi berdiri, menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, PKK, dan masyarakat mampu mengubah sampah menjadi berkah, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. (Adessa)
Tidak ada komentar