x

KPK Cek Indikator Antikorupsi di Konawe, Bupati Yusran Akbar Paparkan Kebijakan Program Ketahanan Pangan

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Nov 2026 12:27 42 Team Redaksi

Konawe, NTRInews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dalam mengawal transparansi daerah.

Tim KPK yang terdiri dari Ariz Dedy Arham, Desi Aryati Sulastri, dan Bunga Abadiah menyambangi Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Rabu (4/11/2026),

Dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) implementasi indikator antikorupsi. Titik fokus kunjungan kali ini menyasar Desa Ahuawatu, Kecamatan Pondidaha.

Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T. (kanan) menyambut hangat tim KPK yang terdiri dari Ariz Dedy Arham, Desi Aryati Sulastri, dan Bunga Abadiah di Desa Ahuawatu, Kecamatan Pondidaha, Rabu (4/11/2026).

Kedatangan rombongan lembaga antirasuah itu langsung disambut Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T.

Dalam forum tatap muka yang berlangsung hangat namun serius, Bupati Yusran Akbar tidak hanya mendengarkan arahan, tetapi juga memaparkan secara tegas kondisi riil dan program pembangunan daerah, khususnya di sektor pertanian dan peternakan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.

Di hadapan Ariz Dedy Arham dan tim KPK, Bupati Yusran Akbar menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi warga Konawe.

Pemerintah daerah, kata dia, terus menggenjot perhatian terhadap infrastruktur pendukung.

Salah satu yang disorot adalah kondisi jalan yang digunakan masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian.

“Sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan saat ini masih dalam proses perbaikan,” tegas Yusran Akbar saat memberikan keterangan di lokasi.

Diskusi intensif antara pemerintah daerah dan tim KPK. Fokus pembahasan mencakup perbaikan infrastruktur jalan pertanian, ketahanan air irigasi, hingga skema bantuan kandang ternak skala kecil untuk pemerataan kelompok tani.

Tidak hanya soal infrastruktur jalan, pria yang akrab disapa Yusran ini juga menyoroti peran vital bendungan bagi keberlangsungan persawahan.

Ia memastikan ketersediaan air di Kabupaten Konawe relatif stabil, bahkan saat musim kemarau melanda.

“Pada saat musim kemarau, kondisi air di Konawe masih stabil. Bahkan ketika Menteri datang berkunjung, kondisi persawahan kita tetap terjaga,” jelasnya di hadapan tim KPK dan undangan yang hadir.

Beralih ke sektor peternakan, Mantan Ketua KADIN Konawe ini membeberkan strategi jitu pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

Menyadari sebagian besar masyarakat pedesaan telah memiliki ternak sapi, Pemkab Konawe memprioritaskan bantuan pembangunan kandang.

Tujuannya jelas: agar pengelolaan ternak ke depan lebih modern dan terukur melalui sistem penggemukan di dalam kandang.

“Kalau masyarakat di Konawe ini kebanyakan sudah memiliki sapi. Karena itu, program yang kami alokasikan salah satunya pembangunan kandang, sehingga ke depan sapi bisa digemukkan di dalam kandang,” ungkap Yusran.

Menariknya, kebijakan anggaran Pemkab Konawe dinilai sangat berpihak pada pemerataan ekonomi masyarakat.

Bupati Yusran mengaku sengaja memilih pembangunan kandang dengan ukuran lebih kecil. Langkah ini diambil agar bantuan dapat menjangkau lebih banyak kelompok tani, mengingat besarnya anggaran yang dibutuhkan jika harus membangun kandang berukuran besar.

“Kami kecilkan ukuran kandangnya supaya seluruh kelompok tani bisa mendapatkan bantuan. Kalau kandangnya dibuat besar, tentu tidak semua kelompok bisa terakomodasi, apalagi anggarannya juga cukup besar,” paparnya lugas.

Tak hanya sapi, pemerintah daerah juga membuka peluang emas bagi pengembangan peternakan ayam.

Bupati Yusran Akbar menyebut pihaknya telah memberikan imbauan dan membuka akses bantuan bagi masyarakat yang memiliki lokasi strategis.

Fokus pengembangan pun diarahkan pada ayam kampung dan ayam petelur untuk mendongkrak produktivitas.

Selain memaparkan program, pemerintah daerah juga tengah menggodok pengembangan kawasan peternakan terpadu yang lokasinya diupayakan jauh dari permukiman warga.

Hal ini dilakukan demi menjaga kenyamanan lingkungan dan menghindari potensi konflik sosial di masyarakat.

Melalui monitoring yang dipimpin langsung oleh Ariz Dedy Arham, didampingi Desi Aryati Sulastri dan Bunga Abadiah ini, Pemkab Konawe berharap sektor pertanian dan peternakan dapat terus berkembang pesat, sekaligus memastikan tata kelola anggaran yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi demi kesejahteraan masyarakat Bumi Kalosara. (JM)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x